Lebihlanjut Brahma menjelaskan bahwa oli SAE 15W-40 banyak dipakai di mesin diesel, sedangkan jenis oli yang cocok untuk sepeda motor biasanya SAE 5W-30, 10W-30 atau 10W-40. Baca juga: Agar Tak Tekor, Simak 7 Langkah Merawat Aki Sepeda Motor. API Service. Pada kemasan oli juga terdapat kode API Service. Untukmengganti oli motor harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan dari SAE, API SN / SL dan juga JASO MA/MB. Sebenarnya apa si arti kode oli tersebut. Nah kali ini goozir kasih info arti kode - kode pada bungkus oli yang harus diperhatikan saat membeli. Arti Kode Oli : SAE, API dan Jaso. Arti kode SAE. Arti Kode Oli SAE 10W - 40. Arti kode vulvychint- 21/05/2010 08:03 AM. #10. kebanyakan disumpelin olie th gan. pan Rush ama kaleng gw mesinnya sama. kaleng gw tiap kali ganti oli tanpa ganti oil filter cuma minta 3.2 liter. kalo ama ganti filter minta 3.7 liter. HX7 uda bagus kok buat 3SZ-VE, pan dia viskositasnya 10w-40, pan kalo TGMO dia viskositasnya 15w-50, kalo gak salah TGMO Bandrolharga untuk setiap oli juga berbeda-beda ada merk oli yang harganya murah atau malah sebaliknya? untuk mobil berbahan bakar bensin, 10W-40 Harga Baru: Rp 370.000. 7. MOTUL Multi Grade Plus10W-40. Spesifikasi: Oli mesin mobil, technosynthese, 200 liter, untuk mobil berbahan bakar bensin, SAE 10W-40 MOTUL Multi Power 15W-50 Bandrolharga untuk setiap oli juga berbeda-beda ada merk oli yang harganya murah atau mahal. Namun kita tak perlu kuatir karena bandrol harga dari oli milik BUMN ini sangat terjangkau. Fastron 10W-30, API SM 1 Liter Rp.60.000; Fastron 10W-30, API SM 4 Liter Rp.225.000; Meditran SX 15W-40, CH-4 4 Liter Rp.127.000; Meditran SX 15W-40, CH Untukmotor-motor baru, bisa menggunakan oli dengan SAE 10W-40 atau 5W-40. Jika dipaksakan menggunakan oli yang kental, imbasnya mesin menjadi berat," ujar David. Berikutnya pada botol kemasan oli, selain SAE, pada oli pelumas merek tertentu juga menggunakan kode 1L yang artinya kemasan tersebut sebanyak 1 liter dan umumnya sesuai dengan motor Theviscosity index for the 15w40 motor oil stands at 135, whereas for 10w40, it is 150. A lower number indicates that the cold oil will be thinner, hence applying less static friction on the engine, and less drag. A 30 oil is thinner than a 40 oil at 100°c etc. In comparison to a 15w40 motor oil, a 10w40 oil is believed to degrade more quickly. FastronTechno SAE 15W-50 sangat cocok untuk mobil bermesin bensin yang membutuhkan oli mobil terbaik dengan tingkat kekentalan yang stabil. Harga oli Fastron Techno 15W-50 juga cukup terjangkau dan diklaim mampu memberikan perlindungan mesin dari oksidasi dan overheat. Alhasil mesin menjadi lebih awet apabila menggunakan oli di atas. 8. bKN1qp. Ngomongin Oli, Kalian semua yang suka ganti Oli Motir pasti familiar kan soal OLI Motor? Tapi soal SAE alias Society of Automotive Engineers gimana? Ya soal OLI MOTOR, cairan pelumas yang satu ini memang punya fungsi beragam mulai dari menjaga mesin motor hingga memastikan performa motor tetap prima saat berkendara Bro. Gak cuma itu, oli juga punya fungsi penting seperti menjaga mesin motor jadi tidak cepat itu, oli juga berfungsi untuk menjaga komponendi dalam mesin motor tidak cepat bergesekan. Karena lo tahu sendiri, ketika komponen di dalam mesin motor sering mengalami gesekan, bukan hanya bisa membuat komponen itu cepat berkarak tapi umur mesin jadi cepat rusak soal oli sendiri, saat ini udah hadir dalam berbagai macam pilihannya gan. Agan bisa nyesuain sendiri oli apa yang sesuai dengan spesifikasi motor agan. Jenisnya sendiri saat ini udah makin bervariasi ada SAE 10w 30 atau juga 10W-40. Tapi, tau gak sih Bro bedanya dari dua jenis itu apa aja?Karena banyak dari kita yang belom tau apa sih perbedaan dari dua jenis oli tersebut termasuk ane dulu Bro. Nah disini ane mau sharing sedikit tentang perbedaan dari oli mesin SAE 10w30 & 10w40 yang mesti lo tau Bro! Kira-kira apa aja sih bedanya? Daripada penasaran cek dulu disini Bro!Sebelum kita ngomongin lebih jauh soal perbedaanya kita coba ulas tentang apa itu arti SAE yang terdapat pada oli Bro? SAE sendiri adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers, suatu asosiasi yang mengatur standarisasi di berbagai bidang seperti bidang rancang desain teknik, manufaktur, ketika lo melihat tulisan dalam SAE 10w30 atau SAE 10w40 itu sendiri adalah standarisasi yang dikeluarkan oleh pihak SAE untuk kualitas dari kekentalan oli. Dan pertanyaan, kenapa nomornya berbeda-beda ada yang 30 dan ada juga yang 40. Itu sendiri membedakan dari jenis kekentalan oli itu peran angka di depan dalam oli mesin multigrade – seperti 0W, 5W, 10W, 15W atau 20W – lebih kepada kemampuan oli dalam kondisi mesin dingin. Karena saat mesin mencapai suhu kerjanya, maka angka di belakang lah yang lebih berperan dalam menentukan performa dari sebuah dasarnya, penerapan kekentalan oli terdiri dari 20, 30, 40, 50 hingga 60. Semakin kecil nomor itu maka akan semakin pula oli itu akan semakin encer. Begitupun sebaliknya, semakin beda nomor maka kekentalan dari oli itu akan lebih trus gimana sih seharunsnya oli 10W30 dan 10W40 digunakan? Biasanya oli dengan jenis 10W40 lebih bagus digunakan untuk motor yang memang mengadopsi teknologi diasil dengan piston forged Bro. Penerapan teknologi inilah yang membuat motor ini lebih perlu oli yang lebih teknologi piston forged memiliki kandungan alloy yang lebih padat ketimbang piston cast. Artinya, tingkat memuai menjadi berbeda sehingga piston forged perlu clearance yang lebih besar ketimbang piston cast. Tapi jika dengan teknologi ini bisa gak sih memakai oli dengan jenis 10W30 atau 10w20 Bro? Jawabannya bisa-bisa aja Bro. Dan kalo ngomongin secara performa, pasti akselerasi dan konsumsi BBMnya bisa jadi lebih irit, karena beban pompa oli menjadi lebih ringan. Tapi, jumlah oli akan lebih cepat susut alias berkurang, lantaran oli yang encer akan lebih mudah menyusup masuk ke dalam ruang semakin kental oli, maka pelumasan semakin baik. Tapi pada batas tertentu, semakin kentalnya oli malah menghambat kerja part yang bergerak. Logikanya simpelnya seperti ini Bro, lo pasti akan lebih mudah di air encer dari pada air kental itulah mengapa penggunaan oli encer kan membuat tarikkan lebih jadi lebih enteng, Namun sebenarnya tingkat keausan lebih mudah terjadi pada pelumas yang lebih encer dari pada oli kental. Dan bahayanya jika komponen motor sudah mulai aus, lo pasti bakal ngerasain performa motor yang pelan-pelan bakal berubah. Perubahannya udah pasti jadi bikin performa motor tidak senyaman yang mesti lo perhatikan ini adalah bener-bener memastikan kalo pengunaan jenis oli sudah pas dengan spesifikasi motor yang lo gunakan Bro. Karena seperti yang udah dijelasin tadi, bisa aja performa okey tapi secara pengunaan oli akan menjadi boros jika tidak menggunakannya dengan ane sih karena pake motor matic, biasanya ngegunain Eni Oil 4T Matic dulunya bernama Agip mereka punya fitur Triple Action Plusnya yang manfaatnya udah berasa di motor yang ane gunakan. Mulai dari ngebuat tarikan motor tetap enteng, mesin motor jadi gak cepat panas, sampe bahan bakar juga tetap itu tadi perbedaan oli mesin SAE 10W30 dan SAE 10W40. Kira-kira ada lo tau perbedaan lainnya gak nih? Ayo dah share di komen, Gan! 11-05-2018 2244 tien212700 memberi reputasi Education Enthusiast Posts 19,805 hemm ternyata itu artinya 11-05-2018 2304 Kaskus Maniac Posts 6,063 Ini dari sudut pandang pengguna harian aja, kebetulan 2 mesin ane pake oli yg berbeda, yg satu 30 yg satu 40. Yg lebih kental tarikan di awal/putaran rendah lebih terasa tenaga nya, sedangkan yg lebih encer lebih terasa tenaga nya di putaran atas. Tapi kalo ane sebenernya lebih suka yg bertenaga di putaran bawah. Mungkin periode depan, mesin ane yg pake 30 mau ane ganti ke 40 aja kali. 11-05-2018 2340 Kaskus Addict Posts 3,305 Agip ganti nama? Baru tau ane.. 11-05-2018 2341 nice inpoh Gan 25-03-2019 2003 papkai84 dan law1964 memberi reputasi Kaskus Addict Posts 2,429 Gan berarti kalo oli angka depannya 5w dia kinerjanya lebih bagus saat mesin dlm kondisi dingin ya drpd 10w Kalo untuk motor ane 250cc. Th 2016 cocok ga ya? Soalnya ane jarang jalan jauh. Rumah - kantor cuma 1km. Mesin motor juga jarang sampe panas bgt 23-05-2019 2005 Perawatan sebuah mobil pasti tidak luput dari yang namanya mengganti oli secara berkala. Tentunya, untuk mengganti oli ini harus sesuai rekomendasi seperti yang tercatat dalam buku manual pemilik mobil. Ketika waktunya mengganti oli mobil, sebaiknya ketahui spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan mobil. Nah, dari banyak jenis oli yang ditawarkan, oli dengan tanda 5W-30 dan 5W-40 cukup banyak direkomendasikan. Oli dengan viskositas 5W-30 dan 5W-40 ini merupakan pelumas ideal yang mampu bekerja maksimal melindungi mesin pada suhu rendah dan juga sangat efektif ketika suhu mesin tinggi. Artinya, kedua jenis oli ini dapat digunakan pada mobil di sebagian besar kondisi suhu yang beragam. Namun apakah Anda mengetahui apa perbedaan dari keduanya, dan oli seperti apa yang cocok Anda gunakan untuk kendaraan Anda? Berikut ulasan dari dua grade pelumas ini, apa saja keunggulan masing-masing, dan kenapa pabrikan mobil merekomendasikannya Arti 5W40 dan 5W30 Maksud dari 5W-40 dan 5W-30 sendiri yaitu, untuk huruf W’ diambil dari kata Winter atau musim dingin jika menganut dalam sistem multi grading Society of Automotive Engineers SAE. Nah, angka yang terdapat sebelum huruf W, menunjukkan viskositas oli atau kekentalan pada suhu rendah. Sedangkan untuk angka setelahnya menunjukkan viskositas atau nilai kekentalan oli pada suhu yang lebih tinggi karena masih bisa bekerja maksimal di suhu 100 derajat Celcius untuk viskositas kinematik, dan 150 derajat Celcius untuk viskositas dinamis, saat mesin melaju kencang. BACA JUGA 6 LANGKAH CARA MENGGANTI OLI MESIN SENDIRI DI RUMAH Jika sebuah kendaraan menggunakan oli mesin yang terlalu kental, maka oli ini tidak akan bekerja maksimal melindungi komponen di dalam mesin. Sementara oli yang terlalu encer tidak akan melindungi gesekan antar komponen mesin sehingga mudah mengalami keausan. Oli 5W-30 juga akan lebih mudah bekerja maksimal melindungi mesin dibandingkan dengan angka yang lebih tinggi, seperti 10W-30. Viskositas sendiri dapat berubah ketika suhu turun dan seiring dengan kenaikan suhu. Oli mesin juga bisa menjadi kental secara alami jika memasuki musim hujan atau dingin. Oli dengan viskositas lebih kental lebih cocok untuk kendaraan yang usianya di atas 10 tahun, karena masih bisa bekerja dengan baik untuk melindungi komponen mesin yang sudah memiliki masa pakai cukup lama ini. Bagi kendaraan yang lebih baru dan modern, jenis oli yang kental ini tidak berfungsi baik atau tidak efektif karena sirkulasinya lebih lambat. Oleh karena itu, sebaiknya mengikuti anjuran dari pabrikan mobil untuk penggunaan jenis oli yang tepat bagi mobil Anda. Perbedaan antara oli 5W-30 dan 5W-40 Untuk oli 5W-30 Viskositas kinematik antara Viskositas dinamis adalah Untuk oli 5W-40 Viskositas kinematik antara Viskositas dinamis Data itu berarti kedua jenis oli ini memiliki persamaan pada suhu rendah sekitar minus 30 derajat Celcius, di mana keduanya masih memiliki kekentalan yang sama. Hanya saja, oli 5W-40 akan lebih unggul dari oli 5W-30 pada suhu yang lebih tinggi, efektif hingga 50 derajat Celcius. Kedua oli 5W-40 dan 5W-30 ini memiliki nilai viskositas lima yang berarti baik untuk musim dingin atau efektif hingga suhu minus 30 derajat Celcius, dan akan lebih kental pada suhu yang sangat rendah, jika dibandingkan dengan oli 10W-40. Sebaiknya penggunaan oli 5W-40 lebih dominan digunakan pada mesin berkinerja tinggi yang memiliki suhu dan beban pengoperasian lebih tinggi. Apabila kendaraan Anda bukan mobil dengan performa tinggi, maka oli 5W-30 adalah pilihan yang baik. Lantas apa bedanya oli mesin 5W-40 dengan 10W-40? Perbedaan antara oli 5W-40 dan 10W-40 kurang lebih bisa disederhanakan sesuai dengan umur kendaraan itu sendiri. Untuk oli 5W-40 akan lebih efektif di mobil yang lebih baru dengan usia pakai tidak lebih dari 5 tahun, sementara untuk oli 10W-40 akan lebih cocok untuk mobil dengan usia pakai di atas 10 tahun. Alasannya adalah tingkat viskositas keduanya yang berbeda, oli 5W-40 akan lebih encer dari oli 10W-40 sehingga tidak akan mudah menguap di mobil yang lebih baru. Berbeda dengan oli 10W-40 yang tentunya lebih kental sehingga lebih efektif di mesin yang lebih lawas karena seiring usia pakai komponen di dalam mesin sudah mulai memuai, jika digunakan oli 5W-40 maka oli tersebut tidak melumasi dengan baik dan malah lebih cepat menguap karena terlalu encer. ARTIKEL TERKAIT PENTINGNYA PENGECEKAN RUTIN PADA KOMPONEN CVT MOTOR MATIK TEKNIK PENGEREMAN YANG BENAR SAAT HUJAN BAGI PEMOTOR Arti Kode Oli 10W-40 dan 10W-30 Salah satu perbedaan utama dari dua kekentalan oli tersebut terletak pada kekentalannya pada saat suhu dingin dan saat operasi mesin. Sebelum membahas perbedaan dari keduanya, Anda perlu mengetahui arti kode dari kedua oli tersebut. Huruf W menandakan winter atau musim dingin yang sesuai dengan sistem SAE atau Society of Automotive Engineers. Angka sebelum W, yakni 10, menandakan seberapa gampangnya oli mengalir pada mesin ketika suhu dingin, seperti ketika menghidupkan mesin kendaraan. Semakin kecil angkanya maka semakin bagus oli mengalir dalam mesin. Sementara, angka setelah W, yaitu 40 dan 30, menentukan bagaimana oli tersebut mengalir ketika suhu operasi mesin sedang normal. Jadi, bisa dikatakan 10W-30 lebih mudah mengalir dibandingkan oli 10W-40 ketika suhu pengoperasiannya sedang normal. Anda perlu memilih kekentalan oli yang tepat karena oli mesin dapat mengental secara alami saat mesin dalam keadaan dingin dan juga bisa mengencer saat dipanaskan. Kekentalan oli yang encer atau rendah bisa mengalir lebih mudah untuk melindungi mesin kendaraan ketika suhu dingin. Sementara, kekentalan oli yang kental atau tinggi bisa mempertahankan kekuatan oli untuk melindungi mesin pada suhu dingin. Jadi, kedua kekentalan oli tersebut memiliki karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mobilnya. Perbedaan Oli 10W-40 dan 10W-30 Suhu Operasi Mesin Berikut rentang suhu yang direkomendasikan untuk kedua grade oli tersebut secara umum. Oli 10W-30 -25 derajat celcius sampai 30 derajat celciusOli 10W-40 -25 derajat celcius sampai 40 derajat celcius Toleransi 10W-40 lebih besar pada suhu operasi mesin saat normal, yang berarti bagus dalam menahan kerusakan termal dan mengurangi pembentukan endapan. Penghematan Bahan Bakar Kekentalan oli yang encer bisa mengalir lebih cepat, mengurangi hambatan, dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk mendorong pompa oli sehingga lebih menghemat bahan bakar. Mengikuti penjelasan tersebut, kekentalan oli 10W-30 yang lebih rendah dapat menawarkan penghematan bahan bakar yang lebih baik dibanding oli tetapi, Anda tidak boleh sembarangan memilih kekentalan oli tersebut bila tidak cocok untuk kendaraan. Pertimbangkan tipe dan umur pakai mobil sehingga bisa memilih kekentalan oli mesin yang tepat untuk melindungi kendaraan. Aplikasi pada Alat Berat Pengaplikasian pada alat berat, seperti kendaraan komersial, membutuhkan kekentalan oli yang bisa menangani suhu panas yang ekstrim. Dalam hal ini, oli 10W-40 cocok dengan hal tersebut. Sebab, kekentalan oli ini dapat menangani beban tinggi, namun tetap bisa melindungi bagian mesin ketika suhu naik dibandingkan dengan oli 10W-30 yang kekentalannya lebih rendah. Jarak Tempuh Oli mesin yang kental lebih bagus untuk digunakan mesin dengan jarak tempuh tinggi, umumnya yang sudah menempuh jarak lebih dari km. Ketika saluran oli pada mesin yang sudah tua mulai aus karena adanya gesekan maka kekentalan oli yang tinggi bisa melumasinya secara lebih bagus. Jadi, oli 10W-40 adalah pilihan yang tepat untuk kendaraan lama dengan jarak tempuh tetapi, perlu diperhatikan kembali berapa umur dan tipe mobilnya. Sebab, kondisi ini hanya berlaku pada beberapa kendaraan yang sudah sangat tua. Kesimpulannya, tak banyak perbedaan antara oli 10W-40 dengan 10W-30. Untuk menentukan pilihan kekentalan oli apa yang tepat dengan kendaraan, selain memerhatikan beberapa poin di atas, Anda pun bisa melihat buku manual kendaraannya atau juga bisa berkonsultasi dengan memerhatikan kekentalan, Anda pun perlu sering rutin mengecek level oli kendaraan untuk memastikan selalu cukup untuk melumasi mesin. Jika dirasa sudah saatnya mengganti oli mesin, pastikan langsung mengganti baru dengan yang kendaraan Anda membutuhkan oli 10W-40, artikel ini merekomendasikan menggunakan oli mesin berkualitas berstandar Eropa dari merk Q8 Oils. Untuk oli 10w-40, Anda bisa memakai pelumas Q8 Formula Advanced Plus 10W-40 atau Q8 Formula Advanced 10W-40 yang merupakan oli mesin semi sintetik yang telah memenuhi standar ACEA A3/B4. Q8 Formula Advanced 10W-40 direkomendasikan khusus untuk Volkswagen dengan spesifikasi VW dan VW serta Mercedes Benz dengan spesifikasi MB Sementara, Q8 Formula Advanced Plus 10W-40 direkomendasikan untuk Toyota, Volkswagen spesifikasi VW dan VW PSA dengan B71 2300, serta Mercedes dengan MB Kedua produk pelumas ini sama-sama menawarkan perlindungan maksimal pada mesin setelah start dingin, perlindungan terhadap korosi dan karat, serta mampu memberikan performa mesin yang bagus dalam berbagai kondisi juga Rekomendasi Oli 10W 40, 5W 30, dan 0W 20 untuk Toyota AvanzaSelain oli untuk kebutuhan mesin, ada pula untuk kebutuhan komponen mobil lainnya, seperti oli transmisi matic, oli gardan, dan oli rem hidrolik yang bisa Anda cek di katalognya. Semua produk pelumas Q8 Oils sudah memenuhi izin resmi internasional dan diproduksi menggunakan teknologi mutakhir di Eropa sehingga terjamin mampu menjaga kinerja kendaraan Anda. Jika dirasa masih galau menentukan produk oli yang tepat, Anda pun bisa berkonsultasi secara gratis kepada ahlinya dengan cara klik di sini atau juga bisa klik ikon WhatsApp yang ada di pojok kanan bawah.